oleh

Sunena Divonis Satu Tahun Penjara, Iskandar: Kami Sangat Kecewa

lintasberita.id- Terdakwa Sunena (29) bersama Penasihat Hukumnya dari Kantor Hukum Cinta Kasih nampaknya masih pikir -pikir setelah Ketua Majelis Hakim Jhoni Butar Butar, S.H., M.H. menjatuhkan vonis pidana penjara selama satu tahun, dengan pidana percobaan selama dua tahun.

Dalam vonis yang dijatukan Majelis Hakim, bahwa terdakwa dipidana penjara selama satu tahun dan denda Rp100 juta dengan ketentuan apa bila denda tidak dibayar maka diganti dengan pidana kurungan selama satu bulan, dan terdakwa harus menjalani pidana percobaan selama dua tahun.

Usai persidangan, Penasihat Hukum terdakwa, Iskandar, S.H., mengatakan, atas putusan yang dijatuhkan oleh majelis hakim tersebut membuat sangat kecewa, oleh karenanya pihaknya memilih untuk pikir- pikir untuk mempertimbangkan langkah selanjutnya, menerima atau melakukan upaya hukum lainnya.

“Dalam pledoi yang kami ajukan, kemudian replik di ajukan oleh Jaksa Penuntut dan kami mengajukan Duplik, kami semua sama menganggap bahwa cacat syarat materil, karena untuk menjamin keabsahan dokomen dan informasi dalam perkara ini harus dilakukan uji laboratorium forensik, dan itu sama sekali tidak dilakukan,” kata Iskandar di dampungi oleh Heris Kurniawan, S.H. usai menjalani persidangan di Pengadilan Negeri kelas 1A Tanjungkarang, Rabu (27/11/2019).

Menurut ahli yang dihadirkan oleh pihaknya, bahwa bukti Screenshots itu tidak sah jika tidak ada saksi dan saksi tersebut tidak melihat secara langsung kliennya yang mengapload, saksi tersebut hanya ditunjukan.

“Itu diambil dari handpone pelapor, bukan dari terdakwa,” kata Iskandar.

Menurutnya, selama ini juga Jaksa Penuntut terlalu memaksakan, jika ingin memasukan seharusnya di pasal 310 KUHP, bukan di Undang- undang ITE, karena bukti itu diambil dari handpone pelapor bukan dari terlapor.

“Handpone terlapor yang ditahan itu sampai sekarang ini tidak ditemukan bukti apapun, ketika kami meminta untuk di uji forensik itu juga tidak dilakukan, dan saat kami meminta handphone yang diajukan Jaksa kehadapan majelis hakim tidak di izinkan dibuka, dan itu lah yang kami anggap cacat materil,” pungkas Iskandar.

Untuk diketahui, terdakwa dituntut Jaksa Penuntut Eka Aftarini, SH.MH. dengan tuntutan selama dua tahun, enam bulan (30 bulan) penjara dan denda sebesar Rp100 juta subsider satu bulan kurungan dengan perintah agar terdakwa di tahan.

Jaksa penuntut menyatakan, bahwa terdakwa Sunena, yang merupakan warga Jl. Timbal Palapa X no 3 Kelurahan Gunung Terang, Kecamatan Langkapura Bandar Lampung telah terbukti secara sah dan meyakinkan melanggar Pasal 27 Ayat (3) Jo Pasal 45 Ayat (1) Undang- undang No. 19 tahun 2016 tentang perubahan UU Informasi dan Teransaksi Elektronik (ITE).

Terdakwa Sunena Binti Saman bersalah melakukan perbuatan dengan sengaja dan tanpa hak mendistribusikan dan/atau menyransmisikan dan/atau membuat dapat di aksesnya informasi elektronik dan /atau dokumen elektronik yang memiliki muatan penghinaan dan/atau pencemaran nama baik.

Dalam surat tuntutan Jaksa, bahwa saksi Masayu Thesi Defalia saat berulang tahun pernah di ajak ke karaoke di panjang yakni ada tiga perempuan dan tiga laki- laki. Saksi merasa tidak suka setelah saksi tau tempat karaoke bukan karaoke keluarga.

Saksi marah karena mereka menyamakan saksi dengan pemandu lagu (PL) lantaran ketua Club Mobility bernama Ramdan terus memepet saksi, dan akhirnya saksi ribut dengan Ramdan dan Shobirin yang merupakan suami dari terdakwa. dan saksi dan terdakwa juga pernah ribut di grub Whatsapp Club Mobility (club honda mobilio) dan akhirnya berujung saling melapor ke Polisi.

Berdasarkan fakta- fakta yang terungkap dalam persidangan, baik dari keterangan saksi- saksi, keterangan terdakwa serta barang bukti, bahwa terdakwa telah memposting 2 buah foto di akun lnstagram nena_shabirin yang mana gambar pertama adalah foto plang papan nama BIDAN ECHI, Amd Keb. (Masayu Thesi Defalia) No. SIPB.441.6.348.09.2013 Jl. Saleh Raja Kesuma Yudha Sukarame 2 Teluk Betung Barat.

Status terdakwa bertuliskan, “Bidan Batuputu keluar dan mobility untuk mencari mangsa baru, dia ini dengan rumah tangga orang lain, jadi bidan Cuma tameng aja aslinya jobong”.

Pada foto kedua akun nena_shabirin memposting foto saksi Masayu Thesi Defalia yang dalam posisi duduk di lantai sedang memilih baju dan terdakwa menulis status “Bidan Batuputu keluar dan mobmty untuk mencari mangsa baru, dia ini dengan rumah tangga orang lain, jadi bidan Cuma tameng aja aslinya jobong”.

Selain memposting, terdakwa kemudian menTAG/ menandai akun ecidefalia agar saksi korban dan orang- orang yang berteman dengan akun nena_shabirin melihat foto dan status tersebut. Perbuatan terdakwa tersebut diketahui pada hari Sabtu tanggal 26 Agustus 2017 di Jl. S. Raja Kesumayudha Kel. Sukarame II Kec. Teluk Betung Barat Bandar Lampung oleh saksi Masayu Thesi Defalia. (red)

Komentar

Tinggalkan Balasan

News Feed