oleh

Tak Layak Konsumsi, BPNT Negeri Agung Buruk

Lintasberita- BPNT (Bantuan Pangan Non Tunai) merupakan sebuah sarana bantuan dari Pemerintah demi untuk mensejahterakan serta membantu agar meningkatnya gizi bagi seluruh Keluarga Penerima Manfaat (KPM) tentunya barang -barang yang diberikan harus kwalitas serta bermutu tinggi

Lain halnya dengan bantuan program BPNT yang berada di desa Negeri Agung, Kecamatan Gunung Pelindung, Kabupaten Lampung Timur (Lamtim) selaku KPM sangat sangat merasa kecewa atas bantuan yang mereka terima.

Hal tersebut sangat jelas, suplayer diduga meraup keuntungan yang tidak sedikit nilainya, kenapa tidak BPNT yang dibagikan ke seluruh penerima KPM melalui E-warung milik BD di Desa Negeri Agung pada Jum’at (8/5) lalu sangat tidak layak konsumsi.

Saat dikomfirmasi, BD selaku E-warung mengatakan, bahwa memang benar ada yang sudah busuk tapi tidak semua nya, itu juga karena dikirim sebelumnya, mau dibagikan tapi takut ada yang enggak keluar, siapa yang mau tumbuk.

“Mau saya bagikan diwaktu barangnya sampai rumah, saya lagi sibuk banyak urusan lain, jadi barangnya mandek di rumah selama tiga hari belum saya bagikan, makanya terjadi ada yang agak busuk,” kata BD.

“Kalau masalah kekurangan didalam pembelanjaan tidak sesuai dengan jumlah uang yang ada d struk KPM, itu saya tidak tau, silahkan abang tanya sama TKSK,” jelas BD.

Ditempat yang berbeda, UL selaku TKSK di Kecamatan Pasir Sakti mengatakan, bahwa dirinya sudah membaca berita masalah BPNT di Desa Negeri Agung, sebenarnya masarakat jangan mau terima jika makanannya sudah busuk dan juga kenapa TKSK mau terima barang yang sudah tidak layak konsumsi itu.

“Kalau ditempat saya barangnya harus bagus dan berkualitas jika tidak saya akan tolak semuanya dan saya akan telpon suplayer ya kenapa kami dikasih makan busuk. Itu harus di usut jangan biarkan warga kita di kasih makanan yang sudah tidak layak konsumsi,” kata UL saat ditemui di kediamannya. Selasa (19/5/2020).

“Kalau disini enggak mungkin akan kita biarkan warga terima makanan yang sudah tidak layak konsumsi,” timpalnya.

Ironisnya, berita terkait buruknya BPNT di Lampung Timur, namun pihak terkait seperti Kepala Dinas Sosial (Kadisos) tak ada jawaban atau pun tindakan setelah dihubungi via WhatsApp. (Muntiri)

Komentar

Tinggalkan Balasan

News Feed