oleh

Tak Mau Diberitakan, Korwil Kecamatan Sekampung Udik Hendak Suap Wartawan

Lintasberita.id- Koordinator Wilayah Bidang Pendidikan (Korwil) Kecamatan Sekampung Udik, Lampung Timur, Gatot diduga hendak menyuap wartawan dengan sejumlah uang. Hal itu dilakukan saat wartawan ini mengkonfirmasi terkait realisasi Bantuan Operasioanal Sekolah (BOS) Afirmasi 2019 sekolah- sekolah diwilayah kerjanya.

Saat dijumpai dibruang kerjanya, Gatot menjelaskan jika BOS Afirmasi 2019 semua sudah terealisasi, namun terkait keterbukaan publik sendiri, semua merupakan hak dari sekolah masing- masing. Namun, saat ditanya terkait pembuktian yakni mengenai nota pembelanjaan dan kualitas barang yang di beli, Gatot sempat terdiam dan tidak bisa menjawab.

Setelah wartawan ini keluar dari kantornya, Gatot bersama rekannya S buru- buru mendatangi wartawan yang sedang duduk di sebuah warung makan.

“Saya minta tolong, jangan sampai disebar luaskan masalah ini, karna saya sudah banyak mengeluarkan uang dengan media yang lain. Jadi tolong dulu saya, ini ada uang dua ratus ribu dan ini uang pribadi saya,” kata Gatot. Selasa (1/12/2020).

Lantaran wartawan yang diduga akan dibsuap oleh Gatot tidak mau menerima, kemudian Gatot bersama rekannya kembali ke Kantornya.

Sebelumnya, wartawan ini mendapat informasi terkait adanya dugaan Kepala Sekolah (Kepsek) telah melakukan korupsi berjamaah bersama Korwil,. Dan ada beberapa Kepsek yang tidak terima atas permintaan Korwil yang di anggap sangat besar nominalnya yakni Rp 1. 500.000.- (satu juta lima ratus ribu rupiah).

Diberitakan sebelumnya, Gatot bak hilang ditelan bumi, sudah tiga kali awak media mendatangi kantornya, namun yang bersangkutan selalu tidak berada di lokasi.

Bukan hanya media ini saja, ada beberapa awak media yang juga datang hendak mengkonfirmasi terkait realisasi Bantuan BOS Afirmasi 2019 sekolah – sekolah di wilayahnya, yang diduga banyak bermasalah.

Gatot juga tidak pernah menampaknan batang hidungnya. Media ini mencoba menghubungi via telpon namun tidak di angkat, kemudian mengirimi pesan dengan WhatsApp, tertanda sudah dibaca namun tidak memberikan balasan.

Saat mendatangi kantornya, para pegawai juga seolah kompak menyembunyikan keberadaan Gatot, namun memberikan alasan yang berbeda -beda.

“Pak Gatot lagi rapat di Kabupaten,” kata salah seorang pegawai, Senin (30/11).

Kemudian media ini sengaja bertanya kembali kepada salah satu staf lainnya yang berada di lokasi, justru mengatakan jika Gatot tidak masuk kantor lantaran sedang sakit.

“Gak masuk bang, pak Gatot sakit,” kata salah seorang staf. (Muntiri)

Komentar

Tinggalkan Balasan

News Feed