oleh

Tak Tau Narkoba, Abdul Jalil Daut Menyesal

Sidang agenda keterangan dari terdakwa Abdul Jalil Daut

lintasberita.id- Sidang perkara narkotika jenis sabu sebanyak 3 kilo gram dengan terdakwa Abdul Jalil Daut (58) warga Aceh Utara, Provinsi Aceh kembali di gelar di Pengadilan Negeri Kelas I A Tanjungkarang.

Sidang dengan Majelis Hakim yang di ketuai oleh Hakim Syahri Adamy tersebut beragendakan mendengarkan keterangan dari terdakwa.

Dalam kesaksian terdakwa Abdul Jalil Daut bahwa dirinya memang tidak mengetahui jika barang yang dititipkan kepadanya adalah narkotika jenis sabu. Pasalnya selama ini dirinya merupakan sopir yang membawa sayuran antar Provinsi.

“Saya tidak tau itu barang terlarang, saya tahunya saat polisi menghadang mobil, dan melakukan penggeledahan dan lantaran mobil yang saya kendarai sudah menjadi target Polisi, kemudian saya yang menunjukan paket itu,” ungkapnya dalam persidangan.

Terdakwa juga tak mengelak, bahwa untuk membawa paket tersebut dirinya di janjikan sejumlah uang sebagai imbalan.

“Ya saya di janjikan upah Rp45 juta, waktu itu sudah di transfer Rp2 juta. Tapi saya belum terima, barannya sudah saya serahkan ke polisi,” ungkapnya.

Terdakwa juga mengungkapkan bahwa dirinya sangat menyesal, belum lama sang istri meninggal dunia ia harus berhadapan dengan hukum. Dia juga mengaku bahwa seumur hidupnya belum pernah di hukum atau pun terjerat kasus pidana.

Sementara itu, Kuasa Hukum Terdakwa Tarmizi, S.H. mengatakan bahwa pada awalnya terdakwa tidak mengetahui barang tersebut adalah narkoba, dia hanya dimita untuk membawa dari Medan ke Lampung.

“Sesampainya di Mesuji, dilakukan penangkapan dan penggeledahan. Nah terdakwa ini dengan sukarela menyerahkan kepada polisi, bahwa ada barang di atas mobil sebanyak tiga paket dengan berat 3 kilo gram,” kata Tarmizi. Kamis (25/7).

Tarmizi menambahkan, bahwa itu merupakan inisiatif dia (Terdakwa,-red) karena mobil tersebut sudah menjadi TO (Target Operasi) kepolisian, sehingga menyerahkan secara sukarela atas kesadaran sendiri.

Diberitakan sebelumnya, bahwa terdakwa di hubungi oleh Faisal (Berkas terpisah) dari Lapas Rajabasa kelas 1 A Bandar Lampung. Ia ditawari pekerjaan untuk mengabil narkoba ke medan dan membawanya ke Bandar Lampung.

Apa bila sudah sampai di Bandar Lampung, akan di ambil oleh orang suruhan Faisal yang menunggu di Pertamina Kalibalok Bandar Lampung dan terdakwa akan diberikan upah sebesar Rp45 juta. Terdakwa bertemu dengan orang suruhan Faisal di pinggir jalan Gaperta Medan, lalu terdakwa menerima 3 paket narkotika.

Setelah di terima, terdakwa menghubungi Faisal untuk meminta uang jalan, kemudian Faisal mentransfer sebesar Rp2 juta. Dan sisahnya uang akan di transfer jika sudah sampai di Bandar Lampung.

Terdakwa kemudian meletakan paket tersebut di atas terpal mobil Truk dengan nopol. BL 8499 KC menuju ke Bandar Lampung. Pada tanggal 27 Januari 2019 mobil melintas di jalan lintas Sumatera Kabupaten Mesuji yang kemudian di hentikan oleh Tim Obsnal Subdit III Polda Lampung kemudian dilakukan penggeledahan dan penangkapan.

Saat ini terdakwa terancam dengan pasal 114 ayat 2 dan pasal 112 ayat 2 Jo pasal 132 ayat 1 Undang- undang RI nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. (Eko)

Komentar

Tinggalkan Balasan

News Feed