Daerah Tulang Bawang Barat

Tanggapan Diskoperindag Tubaba Terkait Somasi Pengelola Pasar Daya Murni

foto: Khoiri
Kantor Diskoperindag Tulangbawang Barat

Lintasberita.id- Pemerintah kabupaten Tulangbawang Barat (Pemkab Tubaba) melalui Dinas Koperasi perdagangan dan UMKM (Koperindag) memastikan kontrak kerja sama dengan pihak pengelola pasar Daya Murni kecamatan Tumijajar sudah berakhir pada Desember 2018.

Hal itu dikatakan Sulaeman Kepala Bidang Sarana Prasarana pada Dinas Koperasi, Usaha Mikro Kecil dan Menengah, Perindustrian dan Perdagangan (Diskoperindag UMKM) mewakili Kepala Diskoperindag Hairul amri, dalam menyikapi adanya somasi dari pihak pekerja penarikan retribusi pasar Daya Murni kecamatan Tumijajar melalui kuasa hukumnya yakni Ivin Aydian &partner. Selasa, (25/6/2019).

“Surat somasi yang dilayangkan tersebut sudah kami terima dan tengah kami kaji dengan kuasa hukum pemkab Tubaba yaitu melalui bidang hukum,”kata Sulaeman diruang Kerjanya.

Saat disinggung atas tudingan yang disampaikan oleh pihak pengelola pasar melalui Ivin aydian & partner, bahwasannya ada dualisme kepengurusan pengelola pasar Daya Murni dan masing-masing memberikan uang bagi hasil dengan jumlah yang sama sesuai kesepakat kontrak, namum Sulaeman menyatakan hal itu tidak benar sembari membantah tudingan tersebut.

“Tidak benar itu, yang jelas selama pengelolaan pasar Daya Murni pihak Pemkab Tulangbawang Barat hanya mengetahui satu pengurus saja sesuai dalam kesepakatan yakni atas nama Al, dan tidak ada yang lain, perkara ada pihak lain yang mengelola pasar daya Murni itu setau kami adalah orangnya Al tadi. Memang benar kami terima setoran dari kedua orang, tapi itupun kami anggap dari Al tersebut, karena kontraknya hanya dengan Al. Mengingat yang kami terima setengahnya Rp. 6. 500.000 dari Al dan Rp. 6. 500.000 dari Pihak satunya, jika disatukan jumlahnya tetap sesuai perjanjian bagi hasil itu sebesar Rp. 13.000.000,” bebernya.

Lebih lanjut, Sulaeman memang membenarkan pernah ada kerja sama kontrak dengan Al untuk pengelolaan retribusi Pasar Daya Murni, namun menurutnya kontrak itu sudah berahir dan tidak di perpanjang lagi.

“Per- Desember 2018 kontrak dengan Al sudah habis dan tidak dilanjutkan lagi karena pengelolaan Retribusi Pasar Daya Murni sudah diambil alih oleh OPD, dan selama berjalannya kerja sama kami rasa tidak ada masalah serta tidak ada bahasa bahwa ada dualisme dalam pengeloaan pasar Daya Murni, itu yang kami ketahui semua pengelola retribusinya adalah Al, tidak ada yang lain-lain,” pungkasnya (Khoiri)

Add Comment

Click here to post a comment

9 + 1 =

 

Lintas Berita di Twitter