oleh

Terkesan Menutupi, Sekdes Kresno Widodo Diduga Terlibat Masalah Dana Desa

Lintasberita.id- Terkait dugaan penyimpangan realisasi Dana Desa (DD) di Desa Kresno Widodo, Kecamatan Tegineneng, Kabupaten Pesawaran selama kepemimpinan Kepala Desa Suprapto, Sekdes (Sekertaris Desa) Tantri Wibisono terkesan menutupi. Hal tersebut terlihat dari keterangan yang disampaikan kepada awak media.

“Kalau untuk surat- menyurat saya yang teken, cuma sebatas itu aja sih tugas saya,” ujar Tantri, saat di temui di kediamannya, Jum’at (28/8/2020).

Di singgung soal kapan Kades Suprapto menghilang, Tantri pun kembali seolah menutupinya.

“Belum lama sih sekitar dua minggu ini. Biasanya kadang ngantor kadang gak dan kalau sekarang masih pergi katanya sih nganter berobat istrinya,” jelas Tantri.

Tantri mengatakan, bahwa perginya Suprapto tidak ada kaitan dengan dugaan penyimpangan anggaran DD di desanya.

“Setau saya tidak ada hubungan dengan DD, soalnya pamitnya ya ngobati istrinya di Jakarta, kalau soal dugaan masyarakat itu hal biasa,” kata Tantri.

Sementara, Hendro Ketua Badan Pemerintahan Desa (BPD) Desa Kresno Widodo mengaku kepergian Suprapto berhubungan dengan persoalan penyerapan DD di desanya. Bahkan dirinya sudah melaporkan persoalan tersebut kepada Camat dan Bupati.

“Saya sudah bertemu dengan pak Camat dan pak Bupati. Sudah saya laporkan untuk anggaran Dana Desa Tahun 2020 sudah di ambil sama pak Kades sekian ratus juta,” ujarnya.

Menurutnya, dana yang telah di ambil Suprapto rencananya akan digunakan untuk membayar dana BLT desa dan membangun fisik, namun sebagian tidak di realisasikan.

“Pembangunan di enam titik belum ter cover, baru sekitar 40 persen dari nilai 267 juta yaitu pembangunan gapura 4 titik dan onderlag 2 titik sementara dana BLT tahap pertama sudah di bagi tahap dua dan tiga belum,” tambahnya.

Hendro menjelaskan, Suprapto pernah berjanji akan menyelesaikan persoalan tersebut namun yang bersangkutan justru menghilang.

“Bulan 7 pak Kades berjanji dihadapan saya dan di hadapan warga penerima BLT bahwa dirinya akan membayar dana blt satu bulan dulu dan bulan 7 akan dia bayar dobel ternyata dananya sudah di ambil dan sampai sekarang belum tersalurkan,” ungkapnya.

“Waktu itu pak Kades ada pesan dengan pak Sekdes karena pada waktu itu Kades telpon saya lagi tidur istri saya gak berani bangunin. Terus dia pesan melalui pak Sekdes, pak tolong jangan dilaporkan dulu saya mau pulang.Terus saya jawab Oke kalau pak Kades mau pulang dan mau bertanggung jawab ternyata cuman dateng selama 3 jam setelah itu ngilang lagi,” jelasnya.

Hendro juga mengatakan, bahwa Suprapto pergi dari desa tersebut sekitar bulan Juli setelah dirinya mendapat panggilan dari pihak Kepolisian. Hendro berharap persoalan tersebut bisa cepat diselesaikan oleh pihak pihak terkait. Karena bila hal tersebut di biarkan berlarut larut, dirinya khawatir akan menghambat pembangunan di desanya. (Im)

Komentar

Tinggalkan Balasan

News Feed