oleh

TKSK Gedong Tataan Bantah Intimidasi Pemilik E-warung

lintasberita.id- Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK) Gedongtataan Sarwanto membantah melakukan intimidasi dan ancaman terhadap Doris pemilik E warung di Desa Pampangan yang di tunjuk sebagai agen penyalur Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT).

Sarwanto mengaku kedatangannya dirumah Doris bersama salah satu pegawai PT. Mubarokah untuk meminta penjelasan terkait tunggakan sebesar Rp.25.300.000 yang belum di selesaikan Doris kepada pihak PT. Mubarokah.

“Gak gitu kita cuma negur karena aturan dari pusat semua harus pake beras bulog, nah saya konfirmasi ke pak Doris pak, saya kan hanya pendamping gak ada hak, cuma yang jelas sudah perintah dari kementrian Provinsi dan Kabupaten harus pake beras dari bulog begitu,” kata Sarwanto melalui sambungan HP, Senin (9/12/2018).

“Waktu awal dia pake Mubarokah tahap dua, dia bermasalah uangnya gak di setor, dipakai sama dia sebesar Rp 25.300.000,- terus katanya dia sudah transfer Rp15.000.000,- ya bener akhirnya dia gak di kirim- kirim dari bulog,” ungkapnya.

Sarwanto mengatakan akibat perbuatan Doris dirinya selaku pendamping mengaku kesulitan dalam membuat laporan ke pihak terkait.

“Harusnya saya kan buat laporan seperti berapa yang saldonya kosong, kalau seperti ini kan selama tiga bulan ini untuk bisa laporan untuk Desa Pampangan dan Padang Ratu tidak bisa membuat laporan, bahkan ada warga Cipadang yang ngambil di situ, itukan gak boleh,” tambahnya.

Sementara Kepala Dinas Sosial Kabupaten Pesawaran Yulizar mengatakan bahwa perbuatan Doris menyalahi aturan. Menurutnya sudah ada peraturan dari Kementrian bahwa beras yang di salurkan ke KPM BPNT harus menggunakan beras dari bulog.

“Gak boleh kalau E-warung membeli beras sendiri, kan sudah ada aturannya dari Kementrian dan surat edaran dari Gubernur Lampung beras yang di berikan ke penerima itu harus dari bulog,” kata Yulzar. (Imron)

Komentar

Tinggalkan Balasan

News Feed