oleh

Ups.! Herwandi Bantah Ucapan Kapolres Lampung Timur

Lintasberita.id- Terkait penangkapan terduga pelaku Curat, an. Junaidi (22) warga Desa Toba Kecamatan Sekampung Udik, Lampung Timur pada dua bulan yang lalu tepatnya pada hari Senin tanggal 27 Juli 2020 di tangkap di Dusun 4 Desa Labuhan Ratu V Kecamatan Labuhan Ratu. Herwandi selaku orang tua angkat terduga angkat kembali bicara.

Herwandi membantah ucapan Kapolres Lampung Timur AKBP Wawan Setiawan dalam Sebuah Video YouTube yang berjudul : Pembobol Warung di Bekuk Polisi, lantaran dalam Vidio striming tersebut Kapolres mengatakan kalau penangkapan anaknya tersebut sudah sesuai SOP, Jum’at 25/09/2020.

Menurut Herwandi kepada media ini, setelah menonton Video YouTube tersebut Jum’at (25/9/2020) mengatakan, jika dia sangat menyayangkan keterangan Kapolres Lampung Timur yang mengatakan kalau penangkapan terhadap anaknya sudah sesuai SOP.

“Dengan memberi keterangan seperti itu, secara tidak langsung bapak Kapolres kita sudah membohongi publik dan membodohi rakyat kecil seperti kami. Kenapa si seorang pejabat Negara harus berbohong, padahal mereka itu pelindung dan pengayom Rakyat,” kata Herwandi.

Masih kata dia. Jika dalam penangkapan tersebut, yang ia jelaskan di berita- berita sebelumnya, bahwa saat itu petugas tidak ada Sprin dan tidak ada surat penangkapan.

“Karena surat penangkapannya sampai ke tangan saya setelah dua hari dari penangkapan, jadi mereka melakukan penangkapan tersebut bak seperti penculik dan diwaktu terduga anak saya ini di tangkap, rekan saya sempat komfirmasi kepada Kapolres, beliau (Kapolres,red-) mengatakan tidak tau, bahkan malah balik bertanya ” kasus apa ya” kata Herwandi menirukan Tulisan chat whatsApp Kapolres.

“Saya tidak habis pikir sepertinya kasus ini banyak sekali kejanggalan, dilihat dari mata hukum kasus ini seperti cacat hukum. Kenapa saya katakan demikian, karena kasus ini seperti di rekayasa, saya juga bingung dengan pihak Kejari, apakah mereka sudah menganalisa betul atau tidak, berkas yang diajukan oleh penyidik, sebab sepengetahuan saya atas penjelasan pengacara selaku pendamping hukum terduga ini, kalau berkas itu sudah tiga kali di ajukan oleh penyidik tetapi selalu di kembalikan pihak Kejari,” kata Herwandi.

“Berdasarkan barang buktinya, kebanyakan hanya petunjuk, tetapi biarkan saja kita lihat nanti saat persidangan, apakah majelis hakim ini bekerja secara profesional atau tidak, kita lihat pembuktian saat sidang nanti,” timpal Herwandi.

Diberitakan sebelumnya, kasus dugaan kekerasan terhadap anak di bawah umur yang dilakukan oleh oknum Anggota Resmob Polres Lampung Timur yang terjadi di Desa Labuhan Ratu, Kabupaten setempat masih dalam proses penyidikan oleh Unit PPA Polda Lampung.

Herwandi selaku orang tua korban mengatakan, bahwa pada hari Kamis (13/8), dia menghadap ke Penyidik Unit PPA Polda Lampung dan membawa beberapa saksi terkait dugaan kekerasan terhadap dua anaknya yang ditodongkan pistol.

“Kami sudah memenuhi panggilan menghadap ke Unit PPA Polda Lampung serta membawa saksi – saksi saat kejadian kekerasaan terhadap anak saya. Alhamdulillah kami disambut dengan baik dan pemeriksaan pun tidak berlangsung lama, sangat cepat diproses, saya diminta melengkapi dokumen – dokumen anak, jika saya sudah melengkapi itu, rencana mereka akan segera melakukan olah TKP untuk melengkapi laporan saya itu,” ujar Herwandi saat diwawancarai media ini.

Terpisah, salah satu saksi berinisial E (16) membenarkan bahwa dirinya melihat sendiri bawah adik kandung dan adik sepupunya ditodong dengan senpi oleh oknum Anggota Resmob Polres Lampung Timur.

“Sampai saat ini adik saya sangat trauma, selalu merasa ketakutan, karena saat kejadian itu saya menyaksikan secara langsung adik saya Z (8) dan adik sepupu saya R (12) ditodongkan senjata api oleh oknum polisi tersebut sambil menghardik kepada adik saya,” ucap E dengan nada sedih.

M (39) salah seorang saksi lainnya juga juga menambahkan, usai melakukan penangkapan terhadap terduga pelaku curat, oknum anggota polisi tersebut bahkan membuang tembakan di lokasi penangkapan.

“Saat anggota polisi itu akan meninggalkan tempat penangkapan ada salah satu anggota polisi membuang tembakan sebanyak tiga kali, satu selongsong peluru ditemukan oleh anak saya,” ungkap M.

Terpisah, Kanit PPA Subdit IV Polda Lampung AKBP Fredy saat diwawancarai via telepon, Jumat (14/8/2020) mengatakan, untuk keterangan lebih lengkap terkait lidik kasus ini, untuk mengkonfirmasi ke Kabid Humas Polda Lampung

“Semua hal yang menyangkut media, kita satu pintu melalui Kabid Humas. Bukan saya tidak mau kasih keterangan. Ini masih tahap lidik, kita masih mau mendalami seperti apa sih kasus ini. Kita tidak bisa menjustifikasi siapa yang benar atau salah. Gitu aja ya, kalau mau lebih lengkap silahkan ke Humas Polda aja,” ucap dia. (Muntiri)

Komentar

Tinggalkan Balasan

News Feed