oleh

Ups.! Proyek Pamsimas Way Kenanga Diduga Bermasalah

Lintasberita.id – Sejumlah proses pembangunan sumur dalam terlindungi pada Program Penyedia Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (PAMSIMAS) tahun 2021 yang diduga milik Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Tulangbawang Barat (Tubaba) yang berada di Kecamatan Way Kenanga disinyalir bermasalah hingga dikeluhkan pekerja proyek itu sendiri.

Sejumlah proyek pembangunan tersebut ialah pembangunan sumur dalam terlindungi di Tiyuh (Desa) Mercu Buana 194 SR dikerjakan oleh CV.Tiara dengan nilai sekitar 900 jutaan rupiah lebih yang diduga tidak menyertakan papan nama kegiatan sejak dimulainya pekerjaan tersebut dan tidak satupun melibatkan pekerja dari warga sekitar.

Bukan hanya itu saja, parahnya lagi pada pembangunan sumur dalam terlindungi di Tiyuh (Desa) Agung Jaya 167 SR Kecamatan Way Kenanga yang dikerjakan CV. Lembak Indah dengan Nomor Kontrak :600/09/KONTRAK/ PU/TUBABA/III/ 2021 nilai sekitar 700 jutaan rupiah lebih justru mendapat keluhan dari para pekerja proyek itu sendiri yang menilai pihak kontraktor terkesan asal-asalan dalam memberikan martrial proyek.

“Sering bener peralatan ini kurang dan salah- salah, bayangkan saja untuk menyambung pipa sebanyak ini hanya diberikan lem satu kaleng saja dan harus cukup. Parahnya lagi saat pemasangan pipa ini ukuran penyambung pipa dengan pipanya ukurannya sama jadi otomatis pipa ini harus dibakar semua ujungnya agar bisa masuk di shoknya atau penyambung pipa tersebut, dan itu sudah dari awal sampai sekarang seperti itu semua soalnya dari kontraktornya tidak mau ganti katanya pakai saja dan suruh ngatur yang ada,” beber sejumlah pekerja proyek saat dijumpai di lokasi pemasangan pipa. Selasa (11/08/2021).

Perkerja proyek menyinggung terkait kwalitas ketahanan sambungan pipa yang tidak sesuai dengan standar dikhawatirkan tidak akan bertahan lama.

“Kami juga sebenernya khawatir untuk ketahanan sambungan pipa ini, soalnya ini nantinya tekanan air, mungkin untuk sehari, dua hari atau sebulan, dua bulan masih tahan, tapi untuk jangka waktu lama saya tidak bisa menjamin, dan sudah pasti rawan bocor karena seluruh proses penyambungannya ini dibakar dulu, soalnya kalau tidak dibakar dulu tidak bisa masuk karena ukuran pipa dan penyambungannya itu sama,” jelas pekerja yang tidak mau namanya disebutkan.

Menurut pengakuannya, pihaknya sudah pernah protes kepada pihak kontraktor untuk mengganti peralatan yang tidak sesuai namun tidak diindahkan dan tetap memaksakan peralatan yang ada.

“Kami sudah pernah komplain dan meminta jika peralatan ini sebaiknya diganti saja, karena setiap mau melakukan penyambungan harus dibakar, nyambung ke sambungan (T) harus dibakar, penyambungan ke (L) juga dibakar takutnya nanti belum lama digunakan sudah bocor lalu para pekerjanya yang disalahkan. ditambah lagi barang datengnya nyicil-nyicil tidak sekaligus membuat proses pengerjaannya semakin lama,” bebernya.

Sayangnya hingga berita ini dibuat pihak kontraktor sebagai rekanan dari Dinas PUPR Tulangbawang Barat belum berhasil ditemui untuk konfirmasi terkait sejumlah keluhan tersebut. (Khoiri)

Komentar

Tinggalkan Balasan

News Feed