Headline

Waduh…!!, Diduga Oknum Dewan Plintir Agama Untuk Dapat Janda

Lampung Selatan, Lintasberita- Miris, bukannya memberi contoh yang baik dan menjadi tauladan, SM (56) oknum wakil rakyat Lampung Selatan diduga melakukan perbuatan mesum selama satu tahun terakhir dengan Hartati seorang janda.

Menurut Hartati, sebelumnya dia sedang berada di Jakarta, namun diminta untuk pulang ke Lampung dengan di iming-imingi akan dinikahi dan dibelikan rumah serta dicukupi semua kebutuhannya. Atas rayuan serta gombalan SM , Hartati akhirnya pulang ke Lampung.

“Waktu itu saya dijemput SM di Kalianda tepatnya di salah satu pertamina pengisian BBM,” ungkapnya.

Sesampainya di Lampung, dirinya di ajak ke sebuah Mushola untuk sholat berdua dengan berjamaah, setelah selsai kemudian diajak untuk berhadap-hadapan dan saling menatap wajah.

“Saat itu dia (SM), menyampaikan bahwa kami akan melangsungkan pernikahan, sontak saya bingung, kok menikah tampa ada saksi dan wali,” terangnya.

Kemudian, Lanjut Hartati. Saat itu dirinya sempat bertanya siapa saksi dan wali pernikahannya, SM dengan enteng menjawab bahwa menikah tidak perlu saksi dan wali. Menurut SM, semua bisa menikah tanpa ada wali dan saksi.

Bahkan SM berdalih, bahwa pada zaman RasulAllah Muhammad SAW dan juga termasuk pada zaman Nabi Adam menikah tidak ada saksi.

Setelah bersalaman, SM menyatakan mereka sudah sah menjadi suami istri. Tak lama kemudian mereka keluar dari Mushola tersebut dan masuk ke dalam mobil yang terparkir di depan.

“Saat di dalam mobil, kami melakukan persetubuhan berulangkali hingga sampai menjelang subuh,” ujarnya.

Setelah itu, SM membawa Hartati ke kediamannya dan kembali melakukan hubungan badan bersamaan dengan istrinya yang saat itu dirumah dalam satu kamar.

Saat di konfirmasi, terkait dasar hukum SM melakukan pernikahan tampa ada saksi dan wali, SM hanya terdiam dan tidak memberikan keterangan apa pun.

Sementara Ketua Cabang Nahdatul Ulama (NU) Lampung Selatan melalui wakilnya Zaini mengatakan, bahwa perbuatan SM termasuk zina dan pernikahan tersebut tidak sah.

“Menurut hukum Kompilasi tidak ada pernikahan menurut Islam tampa adanya wali. Syarat pernikahan harus ada ijab Kabul, ada mempelai, ada wali dan ada minimal dua orang sanksi,” terangnya. (min)

Berita Terkini

Add Comment

Click here to post a comment

− 1 = 1