oleh

Wakil Bupati Pesibar Hadiri Pembukaan Bedah Buku Kroe Tempo Doeloe

Lintasberita.id -Wakil Bupati Pesisir Barat (Pesibar) menghadiri pembukaan kegiatan bedah buku Kroe Tempo Doeloe dalam catatan O.L. Helfrich, bertempat di GSG Selalaw Labuhan Jukung, Selasa (26/10/2021).

Menurut Wabup Zulqoini Syarif, setiap daerah pasti memiliki sejarahnya masing-masing. Sama halnya dengan wilayah Pesibar berawal pada masa kekuasaan Inggris di Nusantara sekitar abad ke XVIII, yang pusat pemerintahan dan aktivitas ekonominya di Krui masuk dalam wilayah Administrasi Keresidenan Bengkulu.

Namun, saat terjadinya perjanjian “London” antara Inggris dan Belanda, maka berlangsunglah pertukaran daerah jajahan yang mana Belanda memperoleh Bengkulu sedangkan Inggris diklaim haknya oleh sekutu atas Malaka dan Tumasik (Singapura). Selanjutnya, pada tahun 1817 Pemerintah Kolonial Belanda meresmikan terbentuknya Keresidenan Lampung dibawah seorang Residen yang berkedudukan di Terbanggi kemudian pindah ke Teluk Betung.

Adapun kejayaan Krui pada zaman lampau juga bisa ditemukan dalam peta pelayaran nusantara pada abad ke XIV. yang menyatakan bahwa di Pulau Sumatera hanya terdapat beberapa kota pelabuhan diantaranya, Kota Pelabuhan Pasee (Aceh), Andipura (Riau), Manincabo (Padang), Lu-Shiangshe (Bengkulu Lampung Jambi) dan Negeri Crivijaya di Musi Selembar.

Selanjutnya, berdasarkan catatan dan data yang ada, Krui pada masa lampau jelas memiliki peradapan besar dengan sejarah kemaritiman yang panjang. Oleh karena itu, saya berharap dengan adanya kegiatan ini dapat menjadi salah satu pintu pembuka bagi masyarakat krui terutama bagi para penggiat dan pecinta sejarah agar dapat terus menggali sejarah lokal yang ada.

“Sebagian bukti sejarah masih dapat kita temui di beberapa tempat, mulai dari dermaga kuala stabas, gedung pengadilan rakyat, mercusuar serta beberapa bangunan arsitektur khas Kolonial Belanda. Saya ucapkan apresiasi yang tinggi serta ucapan terimakasih kepada KAHMI Pesibar yang telah menyelenggaran kegiatan ini serta kepada penulis kroe tempo doeloe, Elly Dharmawanti dan Fadlun Abid atas upaya dan kerja kerasnya menterjemahkan jurnal tentang Krui pada masa Kolonial Belanda,” Kata Zulqoini. (Ton)

Komentar

Tinggalkan Balasan

News Feed