Ruwa Jurai

Warga Keberatan Pembangunan Gudang Kaca Pulau Bawean

ilustrasi penolakan warga. (doc Net)

Bandar Lampung, lintasberita.id- Menanggapi keluhan dari masyarakat di jalan Pulau Bawean, Sukarame, Komisi I DPRD Kota Bandar Lampung Hambali Sanusi, Jauhari, Budi Kurniawan, dan Edison Hajar melakukan inspeksi mendadak (sidak) pembangunan gudang kaca di jalan Pulau Bawean, kelurahan Sukarame, kecamatan Sukarame, Kamis (18/10/2018).

Salah seorang warga Jalal (45) mengungkapkan, bahwa warga merasa terganggu karena adanya pembangunan yang diketahui akan beroperasi sebagai gudang penyimpanan kaca yang berada di tengah pemukiman warga. Karena bila telah beroperasi, akan menggangu aktivitas warga.

“Kami keberatan adanya gudang tersebut, karena letaknya ditengah –tengah rumah penduduk, warga jadi terganggu aktivitasnya, seperti kebisingan, dan lain-lain. Liat saja rangka atap bangunnya saja, sudah melewati rumah saya,” ungkap Jalal yang rumahnya berada disamping pembangunan Gudang tersebut.

Menurut Jalal, pendirian gudang tersebut menyalahi aturan, dilihat dari atap yang terlalu tinggi dan tidak sesuai dengan denah. “Coba liat, mereka atapnya terlalu tinggi. Dan saya lihat tidak sesuai dengan gambar denahnya,” ungkapnya.

Hal tersebut diamini oleh Santoso, ia menerangkan bahwa pembangunan gudang ini akan menimbulkan kemacetan karena jalan didaerah itu cukup kecil. Ia juga meminta kepada DPRD segera merekomendasikan penutupan gudang kaca tersebut.

“Jalanan kami ini kecil banget, kalau parkir mobil saja sampai menutup badan jalan dan bakal macet, apalagi ada kendaraan besar lainnya. Oleh karena itu, kami meminta agar gudang ini ditutup,” tandasnya.

Menanggapi hal tersebut, Anggota Komisi I DPRD Bandar Lampung Jauhari mengatakan, bahwa gudang kaca ini bisa menggangu kenyamanan aktifitas warga. “Gudang ini dapat mengganggu kenyamanan warga. Perlu diubah lagi, seperti jangan ada pagar, dan lahan depan diperluas, sehingga tidak menimbulkan kemacetan,” ucapnya.

Sementara Anggota DPRD lainnya, Hambali Sanusi mengungkapkan, bahwa keluhan dari para warga akan di tampung. Ia juga merasakan dampak pembangunan gudang, pihaknya akan menanyakan kepada pihak terkait untuk menanyakan perizinannya.

“Keluhan akan kami tampung. Saya merasakan apa yang warga rasakan, sebab gudang tersebut memang benar-benar melanggar aturan. Oleh karenanya masalah ini akan ditanyakan dengan Satker terkait bidang perizinan,” ungkapnya.

Hambali Sanusi melanjutkan bahwa pihaknya akan segera melakukan pemanggilan kepada Satker terkait seperti Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu (DPMPT), Dinas Tata Kota Bandar Lampung dan pemilik gudang. Jika nantinya ditemukan pelanggaran, maka pihaknya akan merekomendasikan pembongkaran gudang

“Kami akan panggil mereka, bahkan kami juga akan panggil pemilik gudang tersebut, untuk mempertanyakan pembangunan gudang tersebut. Kalau memang ditemukan ada pelangaran perizinan serta lingkungan, maka kami minta segera ada pembongkaran gudang tersebut,” pungkasnya. (*)

Berita Terkini

Add Comment

Click here to post a comment

95 − = 89