oleh

Warga Permata Asri Geram, Developer Bongkar Paksa Gardu Fasum

Lintasberita.id- Warga perumahan Permata Asri, Karang Anyar Kecamatan Jati Agung, Kabupaten Lampung Selatan dibuat geram dengan pembongkaran pos gardu ronda yang di klaim warga berdiri di tanah fasilitas umum (Fasum) perumahan setempat oleh Developer PT. Pualam Tunggal Sakti pada hari Senin (30/3/2020).

Dalam pembongkaran paksa itu, pihak Developer menurunkan LSM, disaksikan Kades Karang Anyar, Permata Asri, Kadus Karangmas, Ketua Masjid Perumahan, Sat Pol PP, Pak RT 06 Karangmas, Pak RT 07 Karangmas dan pihak Kepolisian.

Menurut salah satu warga yakni SP (30), bahwa sebelum terjadi pembongkaran, terlihat banyak orang- orang yang tidak dikenal berbaju LSM hendak menghancurkan gardu, namun saat masih bisa ditahan oleh salah seorang warga setempat yang berada di lokasi.

“Saat itu LSM tidak berani membongkar karena ada warga kita namanya Pak Anas, ketika datang suami dari Anggota Dewan yakni AS, dia memaksa untuk membongkar, dia bilang “saya yang tanggung jawab, sudah ada tembusan ke Bupati”, Pak Anas minta untuk tunggu warga tetapi dia tetap memaksa harus dibongkar, saat itu nyaris terjadi keributan,” kata SP.

“Saat itu, Kepala Desa sempat meminta untuk menunda pembongkaran, namun AS tetap ngotot bahwa harus dibongkar. Kemudian saya langsung meninggalkan lokasi untuk memanggil ketua RT,” timpalnya.

Masih dilokasi tersebut, bahwa ada Sertifikat Hak Milik (SHM) milik salah satu warga perumahan, di dalam denah lokasi tanahnya, menunjukan gardu tersebut adalah fasum. AS dengan tegas meragukan keabsahan sertifikat yang dikeluarkan oleh Badan Pertanahan Nasional (BPN) itu.

Sementara itu, IR (44) mengungkapkan rasa kecewanya, bahwa aparat pemerintah di tingkat Rukun Tetangga (RT), Kepala Dusun (Kadus) dan Kepala Desa (Kades) dalam hal ini tidak netral.

“Itu yang kami sayangkan, kedudukan mereka tidak netral dalam penyelsaian tanah Fasum ini, seolah tidak berpihak kepada warga, Fasum itu bukan milik RT.05, tapi milik masyarakat Permata Asri, mereka membela Developer,” kata IR. (Red)

Komentar

Tinggalkan Balasan

News Feed