oleh

Wartawan Dilarang Meliput Sidak Pembangunan Pasar Modern Pulung Kencana

lintasberita.id- Beberapa Wartawan di Kabupaten Tulangbawang Barat (Tubaba) kembali mendapatkan perlakuan kurang menyenangkan yang dilakukan Satpam di area Pembangunan Pasar Modern yang berada di Tiyuh Pulung Kencana, Kecamatan Tulangbawang Tengah. Kamis (12/3/2020).

Selain menghalangi Wartawan yang hendak melakukan peliputan, salah seorang Satpam juga dengan terang -terangan memvidiokan saat terjadinya pelarangan. Hal tersebut tentunya menimbulkan pertanyaan besar terkait sidak yang dilakukan oleh Komisi III DPRD Tubaba itu.

Meski sudah dijelaskan, bahwa setiap kali ada kegiatan seperti yang dilakukan oleh DPRD tersebut, Awak Media boleh- boleh saja melakukan peliputan. Namun beberapa Satpam tetap tidak memperbolehkan masuk di Area Pasar Modern untuk meliput.

“Kalau mau meliput harus sesuai SOP, tidak boleh sembarangan mengambil gambar atau meliput kegiatan di Pasar Modern ini, karena ini milik BUMN,” kata Sukriadin salah seorang Satpam.

Untuk diketahui, pembangunan pasar dikerjakan oleh PT. Brantas Abipraya (Persero) yang diperkirakan pengerjaannya akan selesai pada Tahun 2021 mendatang itu, ternyata material beton yang digunakan di suplay oleh Perusahaan yang tak memiliki Izin Analisis Dampak Lingkungan (Amdal).

Hal tersebut disampaikan Paisol selaku Ketua Komisi III DPRD Kabupaten Tubaba, menurutnya berdasarkan dari hasil Sidak ternyata pihak PT. Brantas Abipraya (Persero) menjalin kerjasama dengan perusahaan yang tidak memiliki izin Amdal.

“Ini karena adanya laporan masyarakat yang mengatakan bahwa Perusahaan tidak mengantongi Izin Amdal, maka kita melakukan Sidak kelapangan. Dilokasi ternyata memang benar mereka tidak memiliki izin. Sehingga kami sepakat mulai hari ini perusahaan itu tidak boleh melakukan aktivitas seperti biasanya atau ditutup, khususnya menyuplay beton kepada pihak PT. Brantas Abipraya (Persero),” kata Paisol usai Sidak.

Sementara pihak PT. Brantas Adipraya (Persero) melalui Projek Manager Danang, berkilah terkait hasil Sidak yang dilakukan oleh Komisi III DPRD Tubaba, bahwa PT yang menyuplay beton tersebut secara permanen ditutup.

“Kita pihak Kontraktor, sifatnya hanya Suplayer tidak ada serta merta kita yang menutup, namun ternyata ada beberapa Izin yang belum lengkap, sehingga menjadi kendala,” kata Danang.

Sayangnya, saat ditanyakan nama dan pemilik perusahaan yang dimaksud, pihak PT. Brantas Adipraya (Persero) enggan menyebutkannya. (Khoiri)

Komentar

Tinggalkan Balasan

News Feed