Daerah Headline

Winarti, Pemimpin Yang Dekat Dengan Rakyat

foto: istimewa

Tulangbawang, Lintasberita- Pemimpin yang dekat dengan rakyat, itulah julukan yang pas untuk Bupati Tulangbawang Hj. Winarti, SE, MH. Bukan sebuah kiasan atau pencitraan, sebab pada setiap kesempatan agenda kegiatannya, Bupati perempuan pertama di Kabupaten berjuluk Sai Bumi Nengah Nyappur ini selalu mencoba berinteraksi dengan warganya, baik dari kalangan biasa seperti pedagang nelayan pegawai apa lagi dengan anak-anak.

Sosok Ibu selalu hadir, tidak ada jarak antara pemimpin dengan masyarakat. Sifat dan kebiasaan yang tidak ingin ada jarak dengan rakyat itu memang sudah tercipta sejak dulu. Bahkan kini ia populer dijuluki Bupati Gotong Royong. Apalagi dengan menanamkan landasan berkinerja harus selalu Bergerak Melayani Warga. “Membangun komunikasi kebiasaan yang sudah saya lakukan dari dulu,” ujarnya, beberapa waktu lalu.

Tentu hal ini tidak terlepas dari rambu etika, terlihat disetiap kesempatan, selalu didahulukan menyapa anak-anak, lalu rakyat, baru menyapa Pejabat bila ia berkunjung ke Kecamatan dan Kampung-kampung, demi mendengar aspirasi dan keinginan masyarakat, tapi seperti selayaknya Ibu bagi warga.

Selalu terlihat dekat dengan warga, bercengkrama disaat berkunjung, tapi tetap tegas sebagai pemimpin, berani membela dan membantu rakyat dengan segala kemampuannya, bahkan terkadang apa yang dilakukannya tidak bisa diduga demi sebuah kepuasan dari warga atas kinerjanya.

Bicara mengenai program-programnya atau visi-misi, ia pun lebih mengedepankan terlebih dahulu yang mana lebih penting demi kesejahteraan masyarakat secara konsisten dan sebagai abdi rakyat.

Selain detail memikirkan hal sekecil mungkin yang dapat berimbas demi kesejahteraan rakyat, Bunda Winarti, itulah sapaan akrabnya di masyarakat, juga sangat jelas memiliki pandangan akan kemajuan Kabupaten Tulangbawang ke depan.

Disadarinya, Kabupaten Tulangbawang masih perlu pembenahan dari segi icon-icon yang merupakan wajah Sai Bumi Nengah Nyappur, maka dengan tidak berdiam diri berbagai upaya terus dilakukan, mulai dari melakukan promosi hingga menata lokasi-lokasi potensial yang ada dan mengembangkannya.

Memang tidak mudah, tapi dengan penuh dukungan masyarakat yang dicintainya tanpa jarak tetapi tetap dalam koridor nilai etika, pasti bukan hal yang tidak mungkin, dengan semangat pantang menyerah, terus bergotong royong dan “Bergerak Melayani Warga”, itulahBupati Tulangbawang Hj. Winarti, SE, MH.

Hal itu terlihat saat Bupati Winarti mencanangkan Kampanye dan Introduksi Imunisasi Measles Rubella (MR) di Kabupaten Tulangbawang, yang dipusatkan di Kecamatan Banjar Agung,

Pada kesempatan itu juga, Winarti berkomitmen untuk mencapai eliminasi penyakit campak dan pengendalian penyakit rubella/ kecacatan yang disebabkan oleh infeksi rubella saat kehamilan (Congenital Rubella Syndrom) pada tahun 2020.

Salah satu upaya yang perlu dilakukan untuk mempercepat pencapaian tujuan tersebut, adalah dengan melaksanakan kampanye (imunisasi masal) dan introduksi imunisasi Campak/ Measles dan Rubella (MR).

“Langkah pemerintah Imunisasi massal MR sangat baik, karena bertujuan untuk memutuskan transmisi penularan virus campak dan rubella yang ada di masyarakat. Lalu dalam rangka menyukseskan imunisasi masal dan introduksi imunisasi MR, saya mengajak dinas/lembaga terkait, beserta perangkat kerjanya, organisasi masyarakat sipil, dan lembaga-lembaga swadaya masyarakat, untuk berpartisipasi dan berkontribusi dalam imunisasi masal MR,” terangnya

Sementara, Dr Herry Novrizal, Kepala Dinas Kesehatan Tulangbawang mengungkapkan, sasaran pelaksanaan kegiatan imunisasi masal MR adalah seluruh anak usia 9 bulan sampai dengan kurang dari 15 tahun, dengan jumlah sasaran imunisasi MR di Kabupaten Tulangbawang kurang lebih 129.480 anak di 15 kecamatan.

“Tahap I imunisasi massal MR dilaksanakan di Kabupaten Tulangbawang pada bulan Agustus 2018 ini pada anak sekolah SD/MI/sederajat, SDLB dan SMP/MTS/sederajat dan SMPLB. Dan untuk tahap II, imunisasi massal MR akan dilaksanakan di Kabupaten Tulangbawang pada bulan September 2018 mendatang pada anak pra-sekolah,” jelas dr Herry Novrizal

Masih kata Herry, imunisasi MR ini diberikan tanpa mempertimbangkan status imunisasi sebelumnya. Imunisasi MR ini bersifat wajib dan tidak memerlukan ijin tertulis/individual informed consent.

Untuk itu pihaknya mengharapkan dukungan dari semua pihak agar suksesnya program kampanye imunisasi MR, baik dari TP-PKK ditiap tingkatan, tokoh masyarakat alim ulama serta para pengasuh pondok pesantren, karena ini sangat diharapkan dalam penyuluhan dan penggerakkan sasaran agar masyarakat luas dapat menerima informasi terkait tentang tujuan, waktu, jadwal dan dapat menggerakkan kelompok sasaran imunisasi masal supaya datang sesuai waktu pelayanan.

“Kepada organisasi profesi (IDAI, IDI, IBI, PPNI, PERSI dll) agar mendukung kegiatan imunisasi masal dan introduksi imunisasi MR ini dengan membuat surat edaran ke masing-masing anggotanya untuk mendukung pelaksanaan imunisasi masal dan introduksi MR ini dan bekerjasama dengan Dinas Kesehatan, sesuai dengan SOP,” pungkas Herry. (wn)

Berita Terkini

Add Comment

Click here to post a comment

68 − = 67